TRIMBLE BERSAMA TEAM ACA PACIFIC MEMPERKENALKAN SKETCHUP PRO DI KONTRUKSI INDONESIA 2018

by Siti Anisa Nur Aulya | Nov 12, 2018



news

 
       Trimble penyedia informasi dan optimasi data, peran Trimble dalam setiap fase dan siklus proyek bangunan dengan penawaran solution technology yaitu DBO (Design-Build-Operate) diperkenalkan melalui Expo Kontruksi Indonesia 2018 yang berlangsung pada tanggal 31 Oktober s.d 02 November 2018 di Jakarta International Expo, Kemayoran. Acara ini dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

       Salah satu software unggulan dari Trimble “SketchUp Pro” memperlihatkan eksistensinya dengan banyak menarik perhatian visitor yang datang selama 3 hari.  PT. ACA Pacific selaku distributor company utama SketchUp Pro di Indonesia, Malaysia dan Singapura dalam mendistrbusikan SketchUp mengerahkan timnya sebanyak lima orang untuk mempersentasikan berbagai visualisasi dalam bentuk modelling bangunan seperti bridge modelling, bus shelter modelling dan home modelling yang bisa diperlihatkan dalam bentuk animasi. Technical team yang terdiri dari Pak Kiki selaku AEC Software Technical Manager dan Pak Hartanto Gautama selaku Regional Lead Technical PT. ACA Pacific memberikan kesempatan kepada setiap pengunjung untuk bisa mencoba membuat pemodelan pada SketchUp Pro, tidak hanya itu saja pengunjung juga diperlihatkan proses pembuatan pemodelan serta rendering menggunakan V-Ray.

       Setiap pengunjung mempertanyakan perbedaan antara SketchUp Web dengan SketchUp Pro, perlu diketahui Trimble membeli SketchUp dari Google pada tahun 2012. Perbedaannya terletak pada licences yang didapatkan melalui SketchUp Pro termasuk fitur tools yang diberikan oleh keduanya. SketchUp Web memiliki tools fiture ysng terbatas sedangkan SketchUp Pro memiliki tools fiture yang lebih lengkap including LayOut dan Style Builder. SketchUp Pro memerlukan licence software, licence ini bisa dibeli untuk, perorangan, bisnis, lembaga pendidikan, dan lembaga nonprofit. Kelebihan licence Sketchup Pro dapat digunakan seumur hidup dengan ketentuan licence harus diupdate pada setiap tahunnya untuk mendapatkan SketchUp Pro versi terbaru, jika licence tidak diupadate SketchUp Pro masih dapat digunakan namun dengan versi terakhir update.

         Akses aplikasi SketchUp yang terbilang mudah didapatkan melalu SketchUp Web tetap jauh kelengkapan fiturnya dibandingkan SketchUp Pro termasuk system penyimpanan file project yang dikerjakan. Pak Kiki selaku AEC Software Technical Manager PT. ACA Pacific menyampaikan “Sketchup Web tidak memiliki fitur yang sama dengan SketchUp Pro, hal ini akan sangat terlihat signifikan pada hasil pekerjaan termasuk optimalisasi pemodelan berupa building, kontruksi, mesin, product dan lainya. Dalam penyelesaian pekerjaan secara profesional lebih baik menggunakan SketchUp Pro untuk hasil yang maksimal. SketchUp Pro juga sangat mendukung proses BIM Design. Saya mengajak supaya menggunakan SketchUp untuk hasil project lebih baik dan sangat maksimal” ujarnya.

        Salah satu software unggulan dari Trimble “SketchUp Pro” memperlihatkan eksistensinya dengan banyak menarik perhatian visitor yang datang selama 3 hari.  PT. ACA Pacific selaku distributor company utama SketchUp Pro di Indonesia, Malaysia dan Singapura dalam mendistrbusikan SketchUp mengerahkan timnya sebanyak lima orang untuk mempersentasikan berbagai visualisasi dalam bentuk modelling bangunan seperti bridge modelling, bus shelter modelling dan home modelling yang bisa diperlihatkan dalam bentuk animasi. Technical team yang terdiri dari Pak Kiki selaku AEC Software Technical Manager dan Pak Hartanto Gautama selaku Regional Lead Technical PT. ACA Pacific memberikan kesempatan kepada setiap pengunjung untuk bisa mencoba membuat pemodelan pada SketchUp Pro, tidak hanya itu saja pengunjung juga diperlihatkan proses pembuatan pemodelan serta rendering menggunakan V-Ray.

news 2

         Setiap pengunjung mempertanyakan perbedaan antara SketchUp Web dengan SketchUp Pro, perlu diketahui Trimble membeli SketchUp dari Google pada tahun 2012. Perbedaannya terletak pada licences yang didapatkan melalui SketchUp Pro termasuk fitur tools yang diberikan oleh keduanya. SketchUp Web memiliki tools fiture ysng terbatas sedangkan SketchUp Pro memiliki tools fiture yang lebih lengkap including LayOut dan Style Builder. SketchUp Pro memerlukan licence software, licence ini bisa dibeli untuk, perorangan, bisnis, lembaga pendidikan, dan lembaga nonprofit. Kelebihan licence Sketchup Pro dapat digunakan seumur hidup dengan ketentuan licence harus diupdate pada setiap tahunnya untuk mendapatkan SketchUp Pro versi terbaru, jika licence tidak diupadate SketchUp Pro masih dapat digunakan namun dengan versi terakhir update.

        Akses aplikasi SketchUp yang terbilang mudah didapatkan melalu SketchUp Web tetap jauh kelengkapan fiturnya dibandingkan SketchUp Pro termasuk system penyimpanan file project yang dikerjakan. Pak Kiki selaku AEC Software Technical Manager PT. ACA Pacific menyampaikan “Sketchup Web tidak memiliki fitur yang sama dengan SketchUp Pro, hal ini akan sangat terlihat signifikan pada hasil pekerjaan termasuk optimalisasi pemodelan berupa building, kontruksi, mesin, product dan lainya. Dalam penyelesaian pekerjaan secara profesional lebih baik menggunakan SketchUp Pro untuk hasil yang maksimal. SketchUp Pro juga sangat mendukung proses BIM Design. Saya mengajak supaya menggunakan SketchUp untuk hasil project lebih baik dan sangat maksimal” ujarnya.

(Anisa/Aca Pacific)



Leave a comment

Loading
Loading. Please wait...